Melali Ke Nusa Penida

Haloha…. ^^

IMG_20151120_140849Melali dalam bahasa Indonesia berati jalan-jalan. Dalam tulisan kali ini saya ingin membagikan kepada teman-teman perjalanan “melali” saya ke Nusa Penida. 

Nusa Penida

Nusa Penida adalah salah satu pulau kecil yang letaknya di sebelah tenggara pulau Bali.Pulau Bali dengan Nusa Penida ini  dipisahkan oleh selat yang bernama selat Badung.  Selain Nusa Penida terdapat pula dua pualu kecil yang berdekatan dengan pulau ini yaitu Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Nusa Penida termasuk dengan dua pulau kecil lainnya yaitu nusa lembongan dan nusa ceningan termasuk dalam kecamatan Penida , Kabupaten Klungkung, Bali. Sebelum terkenal dengan obyek wisata pantai maupun wisata bawah airnya, dahulu pulau ini merupakan tujuan persembahyangan umat Hindu terutama Hindu Bali. Beberapa pura yang ada di nusa Penida Pura Dalem Ped dan Pura Giri Putri.

Sebelum perjalanan atau melali ke tempat yang  belum pernah dikunjungi, perlu dilakukan perencanaan dan persiapan. Persiapan yang saya lakukan adalah pertama perencanaan waktu yang akan saya gunakan (kapan dan berapa lama), persiapan profil daerah yang dituju (pengetahuan akomodasi/transfortasi/obyek wisata ) serta persiapan perbekalan/logistik/budget biaya/barang yang dibawa. Ada baiknya jika kalian memiliki teman yang berasal dari daerah asing tersebut. Namun bila tidak, maka kalian harus mempersiapkannya dengan lebih matang.

Perencanaan Waktu

Apabila kalian memiliki target untuk wisata air, berbagai sumber di internet banyak menyarankan untuk berlibur ke sini sekitar bulan antara bulan Juni s/d Agustus. Saat itu konon bisa melihat ikan ‘Pari yang kebetulan lewat di daerah wisata Pasih UUG. Selain itu, waktu yang baik untuk menyelam menurut detik.com yaitu sekitar bulan Maret sampai dengan November. Alasanya adalah pada bulan-bulan tersebut arus air tidak begitu deras. Pemilihan waktu ini akan membantu kalian mendapatkan moment yang tepat. Terutama bagi yang memang  hobi menyelam dan wisata air.

Persiapan Pengumpulan Informasi

Tentang Nusa Penida

3nusa

Pertama-tama saya mempersiapkan peta daerah nusa penida. Setelah saya menemukan peta ini, saya kemudian mulai melakukan list (daftar) tempat wisata yang ingin saya kunjungi di nusa Penida yang memungkinkan dalam aktu 2 hari 1 malam itu. Dalam waktu yang cukup singkat ini saya ingin sembahyang ke giri putri dan juga ke obyek wisata yang memungkinkan dan terdekat. Selain itu, saya juga bisa melakukan booking tiket sebelumnya lewat internet. Informasi lain yang saya kumpulkan mengenai penyebrangan, transportasi dan buggetnya.

Informasi penyebrangan :

Bila ingin berkunjung ke sini kamu harus menyebrang dahulu melalui pelabuhan penyebrangan. Ada beberapa pilihan untuk menuju kesana diantaranya menyebrang dengan Kapal Roro , Sampan/ Jukung atau dengan Speed boat.Bila ingin menyebrang dengan kapal Roro , kamu terlebih dahulu harus menuju pelabuhan Padang Bay. Sekitar 45 menit dari Denpasar. Penyebrangan melalui rute Padang Bay ada keuntungan dan kelebihannya. Pelabuhan Padang Bay terletak di Desa Manggis memilih salah satu rute / jalur penyebrangan ini. Bila ingin menggunakan kendaraan pribadi (motor/mobil), kalian bisa menyebrang melalui Padang Bay. Selain itu ongkos penyebrangannya juga relatif murah yaitu sekitar Rp 31.000 untuk orang dewasa dan Rp 45.000 untuk kendaraan bermotor. Jam Keberangkatan hanya dua kali yaitu pukul 11.00  Wita dari nusa penida ke bali  dan pukul 13.00 Wita dari bali ke nusa penida pada hari biasa. Ongkos menyebrang dari nusa penida ke bali lebih murah sekitar 30 ribuan.  Namun, bila kalian memilih naik Kapal Roro, kalian harus siap perjalanan lebih lama. Hal ini dikarenakan seringnya pembatalan / penundaaan penyebrangan oleh karena kurangnya jumlah penumpang. Jadi, bila kalian terburu-buru sebaiknya jangan memilih penyebrangan lewat Padang Bay. Pilihan kedua adalah naik sampan dari Kusamba dengan ongkos sekitar Rp 25.000 dan melabuh di pelabuhan Toya Pakeh. Lalu bila berangkat dari banjar bias akan melabuh di pelabuhan dekat kantor camat dengan biaya Rp 35.000. Selain itu bisa juga berangkat dengan Tri buana akan melabuh di pelabuhan Mentigi dengan biaya Rp 65.000

Hari Pertama ( Day One )

Kebetulan saya memilih pilihan naik boat cepat/spedd boat dengan Mola-Mola express dengan pertimbangan ingin berangkat lebih cepat dan karena kebetulan saya datang hampir terlambat. Keberangkatan menuju Nusa Penida sanngat tepat waktu, jadi tidak ada istilah jam karet. Semua rute sesuai jadwal . Mola-Mola yang saya tumpangi melabuh di pelabuhan sampalan . Berangkat dua kali dalam sehari yaitu pukul 09.00 dan pukul 16.00. Jadi tepat pukul 09.00 Boat berangkat menuju pelabuhan sampalan. Biaya menyebrang dengan Mola-Mola Rp. 75.000. Penumpang lumayan banyak sih,, sebagian besar adalah penduduk lokal ( nak bali ) yang ingin bersembahyang di Nusa Penida. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit. Perjalanan menyebrang dengan boat memang bukan pertama kali , tapi seperti biasanya ada saja gunjangan yang dirasakan saat di boat. Jadi, harus bersiap-siap ya.. heee!!

Setelah melabuh di Sampalan, langsung ada seorang pria yang menghampiri. Dia menawarkan sewa sepeda motor. Jadi , memang tujuan selanjutnya adalah mencari penyewaan motor. Belum sempat berpikir malah ada yang menawarkan. Pria itu menawarkan per 24 jam Rp 50.000 sudah dengan bensin. Otak mulai berfikir.. wah waktu ini temen di pelabuhan Toya Pakeh sewa motornya satu setengah hari Rp 150.000  jadi ini lebih murah donk…Ahaa.. Tapi wajah saya tetap datar, saya tawar-tawar lagi .. akhirnya dapat deh kesepakatan sewanya satu setengah hari Rp.75.000. (Dalam hati saya dapat lebih murah setengah harga dari temen, ahaaaa!!! ) Motor yang saya dapat baru pula, kalau dilihat dari plat motornya motor ini baru dibeli skitar 4 bulan yang lalu. masih baru dan kinclong. sepertinya dapat keberuntungan🙂 “” Suksma Hyang Widhi”” ^^

1. Mata Air Temeling

Naik motor, ingat lihat dulu bensinnya. Bensinnya penuh , tinggal persiapan untuk beli bensin berikutnya saja. Saya langsung berangkat menuju tempat tujuan pertama saya yaitu Mata Air Temeling di Batu Madeg. Selama perjalanan saya berhenti terus menerus bertanya ke orang-orang karena jalannya kecil dan kurang baik. Saya ragu apakah sudah melewati jalan yang benar. Jalan utama di Nusa Penida sudah beraspal tapi kebanyakan rusak parah, dan sangat sempit.

Akhirnya setelah melewati perjalanan yang cukup melelahkan naik turun perbukitan dibawah terik matahari,  sekitar setengah jam kemudian sampailah saya di Mata Air Temeling. Sebelum memasuki mata air, ada pos kamling yang dibangun oleh warga. Disana jadi tempat pemberhentian untuk kendaraan roda empat. Hanya sepeda motor yang bisa lewat, karena jalanan sangat kecil. Bagi yang kesana dengan mobil, mohon maaf harus jalan kaki (trekking) selama sekitar 45 menit melewati hutan dan perbukitan menuju mata air yang letaknya cukup jauh dan hanya dilewati oleh motor. Selain itu, untuk biaya akomodasi pengunjung dikenakan biaya per orang Rp 10.000.

20151120_111223
Jalan Berkapur dan Pura Temeling

Kebetulan saya membawa sepeda motor, jadi perjalanan  lebih singkat. Jalanan sudah disemen sehingga bisa ditoleransi sepeda motor. Tapi, sebelum sampai di mata air, kami berhenti di tanah yang sedikit lapang untuk parkir motor karena jalanan sudah tidak bisa dilewati motor. Well, kamipun turun dan jalan kaki menuruni bukit-bukit. inilah pemandangan pertama setelah parkir motor di tengah hutan.Akhirnya setelah 10-15 menit, sampailah di mata air temeling.

 

IMG_20151120_123025
Pemandian Pria

Mata air temeling ada dua. Mata air untuk pemandian laki-laki dan untuk wanita. Mata air pemandian laki-laki terletak lebih atas. Kolam pemandian laki-laki cukup dalam dan warnanya hijau. Asyik melompat dari atas kolam dan jembatannya dan merasakan kesegaran mata air.

 

 

IMG_20151120_120833
Pemandian Wanita

 

Kolam pemandian wanita letaknya lebih masuk lagi dan dekat dengan pantai. Kolamnya juga tidak begitu dalam. Jadi asyik-asyik untuk maenan air. Airnya seger banget loh .. sumpah bangett ^^

IMG_20151120_114410

Ada yang unik juga dari mata air temeling karena pemandian wanita berhadapan langsung dengan pantai Temeling dengan pemandangan bukit tinggi dan bebatuan. Pantai temeling juga tidak kalah menariknya untuk dinikmati kawan..

2. Broken Beach dan Angel’s Bilabong

20151120_120623
Jalan Menuju Broken Beach

Setelah menghabiskan waktu sekitar 2 jam di Temeling ( Batu Madeg ), saya melanjutkan perjalanan menuju Desa Mekar untuk melihat keindangan Pasih Uug ( Broken Beach ) dan Angel Bilabong.  Pantai ini cukup sulit ditemukan karena jalanan menuju pantai ini sangat rusak dan jauh dari pemukiman penduduk.

IMG_20151120_140221
Broken Beach

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, sampailah saya di surga yang tersembunyi. Memang pantai ini tersembunyi tempatnya bahkan saya sampai nyasar  ke pantaientah apa namanya karena petunjuk jalannya  hilang ketika saya kesana. Pasih Uug atau Pantai yang rusak dikenal oleh wisatawan asing dengan sebutan “Broken Beach”. Pantai ini memang menyuguhkan pemandangan alam yang sangat indah. Bahkan bila kalian beruntung bisa melihat ikan pari yang berenang di pantai ini dengan kura-kura.

Di dekat Broken Beach ada tempat tergenangnya air laut saat sedang pasang yaitu angel’s bilabong. Namanya keren dan bagus banget ya..Tempat ini harus dikunjungi sebelum jam 5 waktu setempat sebelum air laut pasang ya.. Soalnya lewat jam itu air lat akan naik kembali dan cukup berbahaya. Saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk berenang disini sampai puas.

DSCN2668
Angels Bilabong

3. Cristal Bay

Melihat sunset adalah hal yang saya inginkan ketika ke Cristal Bay yang orang lokal sebut pantai Penida. Letaknya di kawasan Desa Penida dengan sebelumya melewati desa Sakti. Pantai ini cukup terkenal dengan pemandangannya, air lautnya yang sangat  jernih dan biota laut yang indah. Di sekitar pantai akan kalian temui warung-warung makanan dan juga penyewaan alat snorkling. Kalau kalian mau snorkling biayanya sekitar Rp.200.000 sudah termasuk sewa boat, alat snorkling dan kalian akan diantar ke tiga spot snorkling area.

Selain snorkling ,banyak pula yang menghabiskan waktunya di pantai ini untuk kemah. Tidak dipungut biaya untuk berkemah disini karena memang bukan bumi perkemahan umum. Kalian cukup mengeluarkan uang untuk parkir sekitar Rp. 2.000 per motor. Namun, perlu diketahui bahwa keamanan kalian disana juga perlu diperhatikan. Saya yangberkemah disana didatangi langsung oleh bapak kelian desa setempat di malam harinya. Bapak kelian desa menjelaskan pentingnya kemanan dan kebersihan di sekitar pantai. Kami juga diminta uang kemanan sekaligus kebersihan sebesar Rp.50.000 per tenda.

Kemah di pantai ini sangat menyenangkan. Selain tempat yang nyaman, di depan pantai ada mata air . Jadi kami tidak kesulitan mendapat air bersih dan makanan juga gampang karena banyak ada warung di sekitar pantai. Keuntungan lainnya adalah setelah kalian mandi di pantai, kalian biasa menikmati mandi di mata air crystal bay. Mata air ini selain dipergunakan untuk mandi, juga sebagai konsumsi oleh masyarakat desa. Di sekitar mata air dibutkan waduk penampungan yang bisa dimanfaatkan warga sekitar. Penduduk lokal disini juga sangat ramah.

IMG_20151120_181946
Sunset di Crystal Bay

 

20160124_065730
Kemah pagi harinya

Hari Kedua (Day two )

DSCN2753
Hari kedua dihabiskan dengan melakukan wisata spiritual yaitu melakukan persembahyangan di pura Giri Putri. Pura Goa Giri Putri sangat unik karena kita harus masuk ke dalam goa. Lubang Goa nya  ( pintu masuk ) hanya cukup dimasuki oleh satu orang dewasa. Tapi saya sangat tercengang dengan pemandangan yang saya lihat di dalam goa. Di dalam Goa sangat luas bahkan sepertinya mampu menampung ratusan bahkan hingga 5.000  umat yang ingin melakukan persembahyangan. Sungguh luar biasa…!!!!!  Total pelinggih yang ada adalah enam yaitu  Pelinggih Hyang Tri Purusa, Pelinggih Hyang Wasuki, Pelinggih Hyang Giripati, Pelinggih Hyang Giri Putri, Pelinggih Payogan dan Pelinggih Hyang Siwa Amerta, Sri Sedana/Ratu Syahbandar dan Dewi Kwam Im.

Hal Lucu di Nusa Penida

1. Tersesat

20151120_132402Nusa Penida termasuk pulau yang cukup unik dan jarang dikunjungi. Banyak jalan menuju tempat wisata minim dengan petunjuk jalan dan fasilitas jalan menuju tempat wisatanya juga sangat jelek. Saya sempat tersesat saat  mencari pasih uug dan angels bilabong. Kami kebingungan, bertanya ke setiap orang yang kami temui. Kami sempat tersesat ke sebuah pantai yang sangat biru lautnya. namun, kami lupa nama pantai itu, dari pantai itu kami bisa melihat pulau Nusa Ceningan. Pemandangannya juga bagus. Sepertinya juga banyak yang tersesat ke pantai ini. Kemungkinan yang sampai ke pantai ini adalah mereka yang tersesat dan kebingunan mencari pasih uug, karena memang pantai ini letaknya satu jalur dengan pasih uug.

2. Menu Favorit Penduduk adalah Tipat Cantok

Makanan yangIMG_20151121_145433 sangat mudah ditemui dan dicari disinni adalah tipat cantok, tipat tahu dan sejenis menu tipat dengan bumbu kacang dan sayurannya. Hal lucu yang saya alami adalah saya ingin makan bakso disana. Kami kebingungan mecari dagang bakso dan lucunya setiap berhenti ke tempat makan, menu yang selalu siap adalah tipat tahu dengan bumbu kacang. Setelah berburu lebih dari 1 jam, teman saya berhasil berhenti menemukan seorang dagang bakso. ( mungkin hanya ada satu dagang bakso.. Mungkin ^.^)

3. Freedom tanpa Helm

Disini tidak seketat Bali karena mungkin masuh merupakan daerah terpencil. Jadi bila naik motor disini tidak akan ada yang menilang kalian karena tidak memakai helm. So, it is your really freeday !!

Sekian dulu ya kisah perjalanan saya ke Nusa Penida. Ayo Melali kesini ya !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s